ALL
ABOUT
BO’
KAMPONG COMMUNITY
A. PROFIL KOMUNITAS
1.
Nama : Bo'
Kampong Community
Bila dipisahkan, nama itu dapat
diartikan sebagai berikut:
Bo’ berarti buku dan Kampong berarti kampung.
2. Logo Komunitas
Warna ungu sebagai ciri khas
Massenrempulu. Simbol dari dua huruf lontara yaitu Ba dan Ka yang dimodifikasi
jadi menyerupai buku yang terbuka sekaligus pegunungan.


3. Latar Belakang Didirikannya
Pernahkah
Anda melihat lukisan atau foto anak pengembala yang duduk di bawah pepohonan
sambil membaca buku, atau anak petani yang beristirahat di rumah ladang sambil
membaca buku? Itu indah bukan?
Refleksi
dari pengalaman pribadi pada masa kecil, pendiri berpikir untuk membuat
suatu komunitas yang bisa bermanfaat bagi anak-anak yang ada di sekitar
pegunungan. Entah tidak terbiasa atau memang karena dorongan dan fasilitas yang
tidak mendukung, dari dua puluh tahun lalu peningkatan minat baca di desa
serasa tak ada perkembangan. Berbeda dengan teknologi televisi yang dulunya
hanya dimiliki oleh satu dua orang, sekarang malah setiap rumah punya satu dua
televisi. Sangat miris...
Kurangnya
motivasi membaca saat kecil dulu, membuat founder terkadang merasa ciut karena
sempitnya pengetahuan yang dimiliki. Apalagi saat dia mulai meninggalkan
kampung halaman dan harus unjuk kompetensi dengan teman-teman yang baru,
teman-teman yang memang telah mendapat pendidikan yang jauh lebih baik. Sungguh itu sangat tidak mengenakkan, kemampuan bertahan dan
keinginan berubahlah yang membuat segalanya dapat terlewati.
Tinggal di pedalaman memang suatu kendala untuk mengakses buku. Belum
lagi dari segi ekonomi yang kadang tidak mendukung setiap orang untuk membeli
buku. Oleh karena itu, pendiri berupaya mengajak serta pemuda dan masyarakat
sekitar untuk ikut berpartisipasi agar hal serupa tidak terjadi pada generasi
selanjutnya.
Berawal dari 20 eksamplar buku pribadi, founder menguatkan tekad. Founder
mulai mengirim email ke penerbit-penerbit bila saja ada buku yang dijual murah
atau mau disumbangkan. Selain itu, Founder juga lebih sering ke tokoh-tokoh
buku loak untuk mencari-cari buku yang masih bagus dan dijual murah. Alhamdulillah,
semakin hari buku semakin bertambah. Begitulah, setiap usaha pasti akan
membuakan hasil.
Semoga dengan adanya komunitas yang khusus bergerak dalam bidang literasi
di kaki-kaki gunung di Massenrempulu, Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan ini,
peningkatan minat baca bisa terus berkembang luas.
4. Visi-Misi
Visi
Misi
a. Gerakan pengadaan buku sekaligus penyalurannya ke TBM yang sudah ada atau pun TBM yang diadakan oleh Bo' Kampong. Selain disalurkan ke TBM, Bo' Kampong jg menyalurkan buku ke teman-teman yang memiliki program berbagi buku ke pelosok Massenrempulu. Bukan hanya ke TBM, tapi juga ke masjid-masjid atau mushollah, dengan harapan bisa menjadi bahan bacaan bagi imam masjid dan juga jamaah.
b. Menjadi wadah untuk melakukan kegiatan positif bagi pemuda dan pemudi di desa.
Visi
“Turut
berperan aktif mengisi pembangunan dalam dunia pendidikan dengan menggiatkan budaya baca pada masyarakat Massenrempulu."
Misi
a. Gerakan pengadaan buku sekaligus penyalurannya ke TBM yang sudah ada atau pun TBM yang diadakan oleh Bo' Kampong. Selain disalurkan ke TBM, Bo' Kampong jg menyalurkan buku ke teman-teman yang memiliki program berbagi buku ke pelosok Massenrempulu. Bukan hanya ke TBM, tapi juga ke masjid-masjid atau mushollah, dengan harapan bisa menjadi bahan bacaan bagi imam masjid dan juga jamaah.
b. Menjadi wadah untuk melakukan kegiatan positif bagi pemuda dan pemudi di desa.
6. Motto
"Siapa pun bisa jadi apa pun dengan membaca"
7. Penyandang
Dana
Sampai sekarang penyandang dana tetap belum ada. Namun orang yang menyumbangkan buku secara personal sudah
lumayan banyak. Tahun 2015 Bo' Kampong Community juga terpilih menjadi salah satu dari 100 Komunitas di Indonesia yang mendapat bantuan 500 buku dari Gramedia Pustaka. Sampai sekarang buku yang sudah diterima kurang lebih sekitar 800 eksamplar. Buku-buku tersebut sudah disalurkan, baik ke TBM,
sekolah-sekolah dan masjid/mushallah juga ke tokoh masyarakat dan mahasiswa
yang juga berusaha membuat perpustakaan mini lembaganya.
B.
KISAH-KISAH
INSPIRATIF
Ahaa.... ^_^
Memanfaatkan Pos Ronda sebagai
tempat untuk membuat TBM
Saat mulai membuat
prototipe komunitas ini, hal yang dipertimbangkan adalah persoalan tempat untuk
membuat TBM nantinya. Mau di rumah, bisa saja. Tapi pengunjungnya mungkin tidak
akan banyak karena rumah founder agak jauh dari rumah-rumah penduduk lain.
Akhirnya muncullah ide untuk membuat TBM di Pos Ronda yang sudah lama tidak
digunakan. Biasanya pos ronda itu juga jadi tempat persinggahan masyarakat yang
pergi atau pulang dari kebunnya.
Saya segera pergi beli
cat dan tripleks lalu membersihkan Pos Ronda itu. Bukan hanya saya, adik-adik,
orang tua, dan tetangga juga ikut membantu. Sehari kemudian, kami mulai
menyusun buku-buku yang sudah ada untuk dipajang.
Nah...
semoga dapat menginspirasi. Ayo, multifungsikan pos ronda yang hampir selalu
ada di setiap dusun. Namun ada kendala yang perlu dipertimbangkan, yakni
tingkat keamanan dan pembagian petugas untuk bergantian menjaga TBM.
Ahaa.... ^_^
Anak-anak yang antusias merapikan
dan mengatur buku setiap hari.
Hal yang patut
disyukuri selanjutnya adalah antusias anak-anak untuk menyusun buku. Jadi pada
dasarnya keinginan manusia untuk bisa memberi manfaat itu harus kita hargai.
Pagi-pagi sekali – waktu itu lagi liburan, biasanya sudah ada yang datang untuk
menyusun buku. Dan pujian sudah cukup bagi mereka. Jadi pengelolah, jangan
menggap anak-anak hanya bisa baca saja loh ya... tapi memberi kepercayaan
kepada mereka akan mengajari untuk bertanggung jawab.
Ahaa...
Peresmian dilakukan dengan kegiatan
kreatif yang dapat mengumpulkan massa
Saat sudah jadi, kami
memikirkan bagaimana agar keberadaan TBM tersebut bisa diketahui oleh
masyarakat sekitar yang lebih luas. Muncullah ide untuk melakukan suatu kegiatan
yang mengundang anak-anak. Kegiatan yang dilaksanakan saat itu adalah kegiatan
Sekolah Ramadhan Ceria yang sekaligus di rangkaikan dengan kegiatan peresmian.
Ahaa....
One person one book
One Person One Book ini
adalah salah satu program yang dilakukan pada tahun 2015. Kegiatan itu
merupakan saran dari Kanda Siswanto Rawali. Pada saat itu komunitas
Massenrempulu akan mengadakan reuni dan pada kegiatan tersebut Bo’ Kampong
Community mengumpulkan buku yang dibawa oleh peserta reuni. Namun karena
kurangnya sosialisasi, buku yang terkumpul saat itu, jauh dari yang
diekspektasikan. Namun, kami tetap mensyukuri. Setidaknya sebagai ajang
sosialisasi keberadaan Bo’ Kampong Community. ^_^
Aha....
Kafe Baca
Setelah dipikir-pikir, konsep yang paling tepat untuk
Massenrempulu sebagai penghasil kopi dalam mengembangkan minat baca, salah
satunya adalah KBM (Kafe Baca Massenrempulu.
Sekali mendayung, dua tiga pulau
terlampaui. Itulah kata yang dapat mewakili. Di samping menarik minat pembaca,
juga memberi penghasilan, bisa sebagai tempat silaturrahim dan diskusi ringan.
Cocok banget buat masyarakat yang ingin punya tempat rehat berkualitas.
Itu berdasarkan pengalaman dari
TBM yang pernah didirikan, namun harus tutup karena tidak ada pengelola yang
tetap standby. Mengapa tidak ada yang standby, karena mereka harus mencari
penghasilan untuk biaya hidup mereka. Ya... Mungkin dengan pengelolaan yang
lebih baik, hal seperti di atas tidak terjadi. Jadi, bagi teman-teman yang
tetap punya keinginan untuk mendirikan TBM, ya... Silakan, insyaallah dengan
pengelolaan yang baik itu akan tetap bertahan.
So... Buat teman-teman yang mau mendirikan KBM, silakan direalisasikan. Semoga Bo' Kampong bisa menyalurkan buku dari para donatur.
So... Buat teman-teman yang mau mendirikan KBM, silakan direalisasikan. Semoga Bo' Kampong bisa menyalurkan buku dari para donatur.
Ha ha... Bisa Kebayang kalau semua Kafe atau warung di
Massenrempulu punya Reading Corner. Waw... Amazing bukan? Massenrempulu bisa
dikenal sebagai kabupaten cerdas literasi, Kabupaten seribu KBM. Namun, sampai
sekarang baru satu yang bisa didirikan. Angka seribu, diawali oleh angka satu
bukan? ^_^
C.
KEGIATAN-KEGIATAN
1.
Pendirian Taman Baca Masyarakat
2. Penyaluran buku ke tokoh masyarakat, mahasiswa,
sekolah-sekolah, dan masjid.
3. Sekolah Ramadhan
Ceria
4. Penerimaan Bantuan Buku

Jl. Poros Malua
Kecamatan Malua, Kabupaten Enrekang, Sul-Sel
CP: 085386527427/085397188483
Facebook : TBM_Bo' Kampong Community
Youtube : https://www.youtube.com/watch?v=imZuORO48_I





