“Sebaik-baik manusia
adalah yang banyak memberi manfaat.”
Tidak semua orang yang banyak ilmu,
mampu memberi banyak manfaat. Bisa jadi dengan ilmu yang sedikit seseorang
justru banyak memberi manfaat. Namun, lebih ideal lagi bila orang yang banyak
ilmu mampu memberi banyak manfaat. Hal
tersebut hanya bisa dicapai jika seseorang mampu menyelaraskan antara
perkembangan kognitif dan karakter yang dimiliki. Caranya, dengan menempuh
pendidikan baik secara formal maupun informal karena karakter bukanlah sesuatu
yang bisa diwariskan tanpa ada upaya.
SD Smart School Al-Haamidiyah
merupakan sekolah di Jakarta Selatan yang berdiri sejak tahun 2003 dengan
mengedepankan karakter sebagai visinya. Eri Sudewo sebagai salah satu pendiri
sekolah, meyakini bahwa siswa SD adalah
masa yang paling tepat untuk menanamkan karakter bagi anak. Hal tersebut karena
pertumbuhan otak anak pada usia ini sudah melewati tahap golden age sehingga bisa dikata perkembangan otak siswa SD sudah
mencapai 80 persen.
Di sekolah ini, ada berbagai program
yang dilakukan sebagi upaya untuk membentuk karakter siswa. Salah satunya
adalah program Community Service. Community Service merupakan kegiatan
sosial dalam hal pelayanan masyarakat. Community Service dilakukan dengan
iklhas dan tanpa mengharapkan imbalan apapun dari penerima manfaat.
Program ini, sebenarnya bukanlah hal
yang baru di dunia pendidikan masa kini, namun kebanyakan yang menjalankan
program ini adalah tingkat Sekolah Menengah Atas. Hal tersebut karena
kebanyakan orang menganggap bahwa siswa SD masih anak-anak, masa untuk bermain
dan bersenang-senang, belum bisa diberi tanggung jawab untuk memberi manfaat
bagi lingkungan sekitarnya. Ternyata, itu tidaklah benar apalagi untuk siswa
kelas VI SD, keberadaannya di suatu lingkungan sudah perlu pengakuan.
Dari wawancara yang dilakukan,
kebanyakan siswa menjawab merasa senang melakukan CS (Community Service) karena
bisa memberi manfaat bagi orang lain dan lingkungan. Itu yang menjadi poin
pentingnya, semakin dini anak-anak merasakan rasa senang saat mampu memberi
manfaat, akan semakin baik pula masa depannya. Berharap mereka bisa memberi
manfaat, seperti mata air bagi orang-orang sekitarnya. Sebagaimana kutipan
dalam film Laskar Pelangi, “Hidup untuk memberi sebanyak-banyaknya bukan untuk
menerima sebanyak-banyaknya”.
Ada pun berbagai jenis kegiatan yang
menjadi pilihan siswa SD Smart School Al Haamidiyah dalam kegiatan CS, yaitu
membersihkan halaman komplek, membersihkan masjid dan mushollah, mengajar
adik-adik di TPA, belajar bahasa Inggris sambil bermain, mengajarkan cara
bermain piano, mendongeng, berbagi buku dengan anak panti asuhan, perpustakaan
keliling, membantu persiapan Perayaan Hari Kemerdekaan RI di kompleknya, dan
membantu mengiris dan membagikan hewan qurban.
Teknis pelaksanaanya dimulai dengan
cara guru melakukan sosialisasi terlebih dahulu kepada orang tua dan meminta
kerjasamanya. Dalam hal ini, orang tua diharapkan bisa berdiskusi dan
memberikan arahan serta motivasi bagi siswa dalam melaksanakan program itu
nantinya.
Setelah itu, guru baru menyampaikan
program CS yang akan dilaksanakan kepada siswa. Dimulai dengan memutarkan video
tentang kegiatan community service,lalu menyampaikan tujuan kegiatan CS.
Kemudian guru memaparkan berbagai pilihan yang bisa menjadi kegiatan siswa.
Siswa boleh memilih beberapa kegiatan yang memungkinkan untuk dilakukan dengan
mempertimbangkan kemampuan atau talenta siswa, kondisi lingkungan tempat
tinggal, dan keberadaan audiens yang bisa diajak kerja sama oleh siswa.
Guru juga memperlihatkan buku jurnal
kegiatan CS yang wajib diisi oleh siswa setelah melakukan kegiatan. Buku
tersebut berisi: jenis kegiatan yang dilakukan, tempat dan tanggal pelaksanaan,
durasi pelaksanaan, deskripsi tempat dan hal yang dilakukan serta bagaimana
perasaan siswa saat melakukan kegiatan tersebut. Selain itu, ada juga kolom bukti
yang bisa diisi dengan foto kegiatan atau tanda tangan orang yang terlibat
dalam kegiatan tersebut.
Kegiatan ini dilakukan selama kurang
lebih dua bulan, namun siswa cukup dibebankan waktu sebanyak 10 jam dalam
melaksanakan CS, berbeda dengan siswa SMA yang beban waktu bisa mencapai 30
jam. Di sini, siswa diharapkan sudah mampu mengatur waktu dengan baik supaya
bisa menyelesaikan targetnya tepat waktu.
Kegiatan ini juga bisa dilakukan secara berkelompok mau pun secara
individu. Hal tersebut supaya siswa bisa melakukannya sesuai dengan waktu luang
yang mereka miliki dan juga faktor pendukung seperti lingkungan tempat tinggal
siswa.
Guru juga melakukan evaluasi setiap
pekan dan mengimput data siswa yang telah melakukan CS. Biasanya siswa
mengumpulkan buku jurnal Communiti Servicenya setiap hari Senin. Setelah
diperiksa oleh guru, guru memberikan apresiasi bagi siswa yang telah melakukan
kegiatan CS dan memberikan motivasi bagi siswa yang belum melakukan atau
memiliki durasi yang masih jauh dari target. Tak jarang guru juga memanggil
siswa dan menanyakan apa yang menjadi kendalanya supaya bisa berdiskusi untuk
mendapatkan solusi.
Berikut ini akan dipaparkan jabaran kegiatan
yang dilakukan siswa SD Smart School Al-Haamidiyah dalam rangka pelaksanaan kegiatan
Community Service serta muatan karakternya.
1. Pahlawan
Kebersihan
Kegiatan
ini bisa dilakukan secara individu atau pun secara berkelompok. Pelaksanaanya
bisa di tempat-tempat umum seperti taman kota, taman komplek, atau rumah
ibadah.
Muatan
karakter yakni menumbuhkan empati, cinta lingkungan, dan
2. Berbagi Ilmu
Kegiatan
ini dilakukan di rumah dengan mengundang anak-anak sekitar untuk belajar
bersama. Dalam hal ini, siswa yang melakukan CS sebagai fasilitatornya. Khusus
untuk kegiatan ini, siswa tentunya sangat perlu untuk mempertimbangkan
kemampuan dan bakat yang dimilikinya karena siswa akan berbagi ilmu yang
dimilikinya kepada anak-anak sekitar. Misalnya siswa yang bacan qur’annya sudah
bagus, bisa mengajak anak sekitar untuk belajar membaca Alqur’an. Begitu juga
dengan yang memiliki kemampuan bermain piano, kemampuan bahasa Inggris, dan
matematika, begitu juga dengan mendongeng. Siswa berbagi ilmu sesuai dengan
kemampuan dan bakat yang dimiliki.
Muatan
karakternya adalah kepedulian, percaya diri, dan ...
3. Pejuang Literasi
Kegiatan
ini bisa mereka lakukan dengan cara berbagi buku, baik buku yang sudah dibaca
atau buku baru yang memang dibeli khusus untuk dibagikan ke anak-anak lain yang
mungkin fasilitas bukunya masih terbatas, misalnya anak-anak panti asuhan.
Selain itu, siswa juga bisa melakukan pustaka keliling dengan membawa buku-buku
yang dimilikinya untuk dibaca olah anak-anak lain yang ada di sekitar linkungan
rumahnya.
Muatan
karakter dalam kegiatan ini adalam rajin membaca dan kepedulian.
4. Laskar Hari-Hari
Besar
Kegiatan
ini dilakukan tentu dengan ikut bekerjasama bersama masyarakat sekitar.
Misalnya kegiatan 17 Agustus, siswa membantu masyarakat untuk memsang
umbul-umbul merah putih dan berbagai ornamen lainnya yang dibutuhkan dalam
perayaan kegiatan tersebut. Begitu juga dengan kegiatan di hari Raya Idul Adha,
siswa ikut membantu masyarakat untuk mengiris daging atau membagikannya kepada
masyarakat.
Muatan
karakter dalam kegiatan ini adalah cinta tanah air, peduli terhada sesama, dan
kerja sama.
Selain hal tersebut di atas, ada juga beberapa karakter lainnya yang
berlaku secara global seperti :
1. Kedisiplinan
yang terkait dengan kemampuan siswa dalam mengatur waktunya dan kataatan pada
aturan yang berlaku di rumah dan di lingkungan tempat tinggal.
2. Kejujuran yang
terkait dalam hal kejujuran siswa dalam mengisi buku jurnal CS.
3. Bersahabat dan
komunikatif terkait dengan perijinan siswa dalam melakukan CS di sekitar tempat
tinggalnya, mengajak teman-teman lain untuk ikut melakukan kegiatan bersama,
dan mengkomunikasin dengan siswa lain, orang tua, dan guru bila ada masalah.
4. Sikap pantang
menyerah juga dialami oleh siswa dalam melakukan kegiatan terkait dengan
kemauannya untuk mencoba kegiatan yang dipilih dan terus berusaha meski ada
berbagai kendala seperti penolakan-penolakan oleh orang lain saat ingin mengajak
atau meminta izin, dan juga kemauan menyelesaikan CS sampai tuntas.
Setelah melakukan kegiatan CS, guru
juga meluangkan waktu kepada siswa untuk mempresentasikan kegitan yang telah
dilakukan. Kegiatan ini juga sebagai suatu upaya untuk membentuk rasa percaya
diri dan kemampuan komunikatif. Setelah itu guru juga menuliskan kata-kata
berupa penghargaan sekaligu motivasi bagi siswa di buku jurnal Community
Service.
Karakter diri
bisa didapatkan
melalui pengalaman sehari-hari. Namun, pendidikan karakter di SD Smart School
tidak hanya diharapkan akan datang dari pengalaman tapi memang perlu untuk
diajarkan dan dilatih. Dengan harapan, lulusan siswa SSH dapat menjadi contoh
bagi teman-temanya di tempat lain dimana pun mereka melanjutkan pendidikan.
SD Smart School hanyalah suatu ruang
lingkup kecil yang memiliki impian besar untuk dapat memberi perubahan bagi
Bangsa Indonesia tercinta di masa yang akan datang. Serasa tidak mungkin
mewujudkannya, tapi masa depan siapa yang tahu. Yang guru di SSH tahu, bahwa
sekarang adalah saatnya untuk berusaha. Persoalan nanti, biarlah jadi tuhan
yang menentukan.
Terima kasih... ^_^