Sabtu, 23 September 2017

“COMMUNITY SERVICE” SALAH SATU PROGRAM PENGUATAN KARAKTER DI SD SMART SCHOOL ALHAAMIDIYAH

“Sebaik-baik manusia adalah yang banyak memberi manfaat.” 

Tidak semua orang yang banyak ilmu, mampu memberi banyak manfaat. Bisa jadi dengan ilmu yang sedikit seseorang justru banyak memberi manfaat. Namun, lebih ideal lagi bila orang yang banyak ilmu mampu memberi banyak manfaat.  Hal tersebut hanya bisa dicapai jika seseorang mampu menyelaraskan antara perkembangan kognitif dan karakter yang dimiliki. Caranya, dengan menempuh pendidikan baik secara formal maupun informal karena karakter bukanlah sesuatu yang bisa diwariskan tanpa ada upaya.

SD Smart School Al-Haamidiyah merupakan sekolah di Jakarta Selatan yang berdiri sejak tahun 2003 dengan mengedepankan karakter sebagai visinya. Eri Sudewo sebagai salah satu pendiri sekolah,  meyakini bahwa siswa SD adalah masa yang paling tepat untuk menanamkan karakter bagi anak. Hal tersebut karena pertumbuhan otak anak pada usia ini sudah melewati tahap golden age sehingga bisa dikata perkembangan otak siswa SD sudah mencapai 80 persen.

Di sekolah ini, ada berbagai program yang dilakukan sebagi upaya untuk membentuk karakter siswa. Salah satunya adalah program Community Service. Community Service merupakan kegiatan sosial dalam hal pelayanan masyarakat. Community Service dilakukan dengan iklhas dan tanpa mengharapkan imbalan apapun dari penerima manfaat.  

Program ini, sebenarnya bukanlah hal yang baru di dunia pendidikan masa kini, namun kebanyakan yang menjalankan program ini adalah tingkat Sekolah Menengah Atas. Hal tersebut karena kebanyakan orang menganggap bahwa siswa SD masih anak-anak, masa untuk bermain dan bersenang-senang, belum bisa diberi tanggung jawab untuk memberi manfaat bagi lingkungan sekitarnya. Ternyata, itu tidaklah benar apalagi untuk siswa kelas VI SD, keberadaannya di suatu lingkungan sudah perlu pengakuan.

Dari wawancara yang dilakukan, kebanyakan siswa menjawab merasa senang melakukan CS (Community Service) karena bisa memberi manfaat bagi orang lain dan lingkungan. Itu yang menjadi poin pentingnya, semakin dini anak-anak merasakan rasa senang saat mampu memberi manfaat, akan semakin baik pula masa depannya. Berharap mereka bisa memberi manfaat, seperti mata air bagi orang-orang sekitarnya. Sebagaimana kutipan dalam film Laskar Pelangi, “Hidup untuk memberi sebanyak-banyaknya bukan untuk menerima sebanyak-banyaknya”.

Ada pun berbagai jenis kegiatan yang menjadi pilihan siswa SD Smart School Al Haamidiyah dalam kegiatan CS, yaitu membersihkan halaman komplek, membersihkan masjid dan mushollah, mengajar adik-adik di TPA, belajar bahasa Inggris sambil bermain, mengajarkan cara bermain piano, mendongeng, berbagi buku dengan anak panti asuhan, perpustakaan keliling, membantu persiapan Perayaan Hari Kemerdekaan RI di kompleknya, dan membantu mengiris dan membagikan hewan qurban.

Teknis pelaksanaanya dimulai dengan cara guru melakukan sosialisasi terlebih dahulu kepada orang tua dan meminta kerjasamanya. Dalam hal ini, orang tua diharapkan bisa berdiskusi dan memberikan arahan serta motivasi bagi siswa dalam melaksanakan program itu nantinya.

Setelah itu, guru baru menyampaikan program CS yang akan dilaksanakan kepada siswa. Dimulai dengan memutarkan video tentang kegiatan community service,lalu menyampaikan tujuan kegiatan CS. Kemudian guru memaparkan berbagai pilihan yang bisa menjadi kegiatan siswa. Siswa boleh memilih beberapa kegiatan yang memungkinkan untuk dilakukan dengan mempertimbangkan kemampuan atau talenta siswa, kondisi lingkungan tempat tinggal, dan keberadaan audiens yang bisa diajak kerja sama oleh siswa.  

Guru juga memperlihatkan buku jurnal kegiatan CS yang wajib diisi oleh siswa setelah melakukan kegiatan. Buku tersebut berisi: jenis kegiatan yang dilakukan, tempat dan tanggal pelaksanaan, durasi pelaksanaan, deskripsi tempat dan hal yang dilakukan serta bagaimana perasaan siswa saat melakukan kegiatan tersebut. Selain itu, ada juga kolom bukti yang bisa diisi dengan foto kegiatan atau tanda tangan orang yang terlibat dalam kegiatan tersebut.  

Kegiatan ini dilakukan selama kurang lebih dua bulan, namun siswa cukup dibebankan waktu sebanyak 10 jam dalam melaksanakan CS, berbeda dengan siswa SMA yang beban waktu bisa mencapai 30 jam. Di sini, siswa diharapkan sudah mampu mengatur waktu dengan baik supaya bisa menyelesaikan targetnya tepat waktu.  Kegiatan ini juga bisa dilakukan secara berkelompok mau pun secara individu. Hal tersebut supaya siswa bisa melakukannya sesuai dengan waktu luang yang mereka miliki dan juga faktor pendukung seperti lingkungan tempat tinggal siswa.

Guru juga melakukan evaluasi setiap pekan dan mengimput data siswa yang telah melakukan CS. Biasanya siswa mengumpulkan buku jurnal Communiti Servicenya setiap hari Senin. Setelah diperiksa oleh guru, guru memberikan apresiasi bagi siswa yang telah melakukan kegiatan CS dan memberikan motivasi bagi siswa yang belum melakukan atau memiliki durasi yang masih jauh dari target. Tak jarang guru juga memanggil siswa dan menanyakan apa yang menjadi kendalanya supaya bisa berdiskusi untuk mendapatkan solusi.

 Berikut ini akan dipaparkan jabaran kegiatan yang dilakukan siswa SD Smart School Al-Haamidiyah dalam rangka pelaksanaan kegiatan Community Service serta muatan karakternya.

1.      Pahlawan Kebersihan

Kegiatan ini bisa dilakukan secara individu atau pun secara berkelompok. Pelaksanaanya bisa di tempat-tempat umum seperti taman kota, taman komplek, atau rumah ibadah.

Muatan karakter yakni menumbuhkan empati, cinta lingkungan, dan

 2.      Berbagi Ilmu

Kegiatan ini dilakukan di rumah dengan mengundang anak-anak sekitar untuk belajar bersama. Dalam hal ini, siswa yang melakukan CS sebagai fasilitatornya. Khusus untuk kegiatan ini, siswa tentunya sangat perlu untuk mempertimbangkan kemampuan dan bakat yang dimilikinya karena siswa akan berbagi ilmu yang dimilikinya kepada anak-anak sekitar. Misalnya siswa yang bacan qur’annya sudah bagus, bisa mengajak anak sekitar untuk belajar membaca Alqur’an. Begitu juga dengan yang memiliki kemampuan bermain piano, kemampuan bahasa Inggris, dan matematika, begitu juga dengan mendongeng. Siswa berbagi ilmu sesuai dengan kemampuan dan bakat yang dimiliki.

Muatan karakternya adalah kepedulian, percaya diri, dan ...

 3.       Pejuang Literasi

Kegiatan ini bisa mereka lakukan dengan cara berbagi buku, baik buku yang sudah dibaca atau buku baru yang memang dibeli khusus untuk dibagikan ke anak-anak lain yang mungkin fasilitas bukunya masih terbatas, misalnya anak-anak panti asuhan. Selain itu, siswa juga bisa melakukan pustaka keliling dengan membawa buku-buku yang dimilikinya untuk dibaca olah anak-anak lain yang ada di sekitar linkungan rumahnya.

Muatan karakter dalam kegiatan ini adalam rajin membaca dan kepedulian.

 4.      Laskar Hari-Hari Besar

Kegiatan ini dilakukan tentu dengan ikut bekerjasama bersama masyarakat sekitar. Misalnya kegiatan 17 Agustus, siswa membantu masyarakat untuk memsang umbul-umbul merah putih dan berbagai ornamen lainnya yang dibutuhkan dalam perayaan kegiatan tersebut. Begitu juga dengan kegiatan di hari Raya Idul Adha, siswa ikut membantu masyarakat untuk mengiris daging atau membagikannya kepada masyarakat.

Muatan karakter dalam kegiatan ini adalah cinta tanah air, peduli terhada sesama, dan kerja sama.

 Selain hal tersebut di atas, ada juga beberapa karakter lainnya yang berlaku secara global seperti :

1.  Kedisiplinan yang terkait dengan kemampuan siswa dalam mengatur waktunya dan kataatan pada aturan yang berlaku di rumah dan di lingkungan tempat tinggal.

2.      Kejujuran yang terkait dalam hal kejujuran siswa dalam mengisi buku jurnal CS.

3.  Bersahabat dan komunikatif terkait dengan perijinan siswa dalam melakukan CS di sekitar tempat tinggalnya, mengajak teman-teman lain untuk ikut melakukan kegiatan bersama, dan mengkomunikasin dengan siswa lain, orang tua, dan guru bila ada masalah.

4.  Sikap pantang menyerah juga dialami oleh siswa dalam melakukan kegiatan terkait dengan kemauannya untuk mencoba kegiatan yang dipilih dan terus berusaha meski ada berbagai kendala seperti penolakan-penolakan oleh orang lain saat ingin mengajak atau meminta izin, dan juga kemauan menyelesaikan CS sampai tuntas.

Setelah melakukan kegiatan CS, guru juga meluangkan waktu kepada siswa untuk mempresentasikan kegitan yang telah dilakukan. Kegiatan ini juga sebagai suatu upaya untuk membentuk rasa percaya diri dan kemampuan komunikatif. Setelah itu guru juga menuliskan kata-kata berupa penghargaan sekaligu motivasi bagi siswa di buku jurnal Community Service.

Karakter diri
bisa didapatkan melalui pengalaman sehari-hari. Namun, pendidikan karakter di SD Smart School tidak hanya diharapkan akan datang dari pengalaman tapi memang perlu untuk diajarkan dan dilatih. Dengan harapan, lulusan siswa SSH dapat menjadi contoh bagi teman-temanya di tempat lain dimana pun mereka melanjutkan pendidikan.

SD Smart School hanyalah suatu ruang lingkup kecil yang memiliki impian besar untuk dapat memberi perubahan bagi Bangsa Indonesia tercinta di masa yang akan datang. Serasa tidak mungkin mewujudkannya, tapi masa depan siapa yang tahu. Yang guru di SSH tahu, bahwa sekarang adalah saatnya untuk berusaha. Persoalan nanti, biarlah jadi tuhan yang menentukan. 

 

 Terima kasih... ^_^