Rabu, 23 Oktober 2013

Puisi, Awan dan Ruang Temaram

                                                                                                  October 22, 2013 at 3:06pm
Sesekali membuka tirai jingga yang terjuntai di sampingku
melambai seolah merayu
Perlahan-lahan membukanya
Membiarkan semburat cahaya menentang pupil-Nya
Setelah itu aku tersenyum cukup

Dalam ruang temaram ada dengusan
Bentuknya berbeda
Berulang menyingkapnya
Berulang kutemui bentuk yang berbeda
Kadang juga ia menghilang
Biru memenuhi pandanganku

Dalam ruang temaram
Riuh mereka bercerita tentang negeri yang penuh ketidakpercayaan
Biru kini berganti kabut putih
Lalu kutinggalkan ruang temaram yang kosong

                                                                                                           Jakarta, 19 Oktober 2013

Tidak ada komentar:

Posting Komentar