Memfasilitasi
anak-anak yang neglected di dalam kelas dan mencari bakatnya di bidang lain.
Bukankah setiap anak memiliki potensi masing-masing. Dari dulu sampai sekarang
orang yang dianggap pintar hanyalah mereka yang unggul dan berprestasi di dalam
kelas. Lalu bagaimana dengan si otak kanan ini? Masih banyak sekolah-sekolah
negeri yang belum mampu memfasilitasinya. Dari mana ia akan mendapatkan rasa
percaya diri bila setiap harinya yang ia dapatkan hanyalah cacian dan umpatan dari
teman-temannya bahkan gurunya sendiri. Sekilas akan terlihat wajar saat ia
memdapatkan cacian karena saat belajar, ia mala meggendang-gendang meja,
menyanyi, atau mengganggu temannya. Hasil dari tiap ulangannya selalu di bawah
rata-rata. Mari kita coba untuk mengenali mereka lebih dekat, dan sungguh kita
akan menemuianya dalam wujud yang mengagumkan.
Tempat
belajar bukanlah sekolah semata, tapi juga bisa kita lakukan dimana saja. Salah
satunya adalah Rumah Cendekia (RC). Rumah Cendekia muncul dari hasil renungan
Nur Syamsi (23), Guru yang dibingkis oleh Sekolah Guru Ekselensia Indonesia,
LPI, Dompet Dhuafah untuk mengabdi di SDN Benua Anyar 4, Banjarmasin Timur,
dalam kurun waktu setahun.
Keputusannya untuk menjadikan rumah
kontrakannya sebagai tempat untuk belajar dan bermain bagi anak-anak sekitar,
ternyata tersambut oleh masyarakat sekitar. “Saya sangat menyadari bahwa
pembayaran kontrakan istana kecil ini adalah sebagaian dari uang zakat. Oleh
karena itu bila rumah ini bisa menjadi tempat anak-anak di sekitar untuk
berkumpul dan melakukan kegiatan positif, mengapa tidak saya lakukan?”
Rumah
Cendekia mulai dibuka sejak bulan Oktober 2011. Ada pun anak-anak yang aktif
belajar dan bermain di sini dijuluki “siswa cendekia (SC)”. Syamsi sangat
berharap dengan menjuluki mereka dengan kata cendekia tersebut, siswa-siswa itu
dapat menjadi siswa bertaqwa dan berilmu yang bisa memberikan contoh baik di
lingkungan sekolah mau pun keluarga.
Ada
berbagai program yang dilaksanakan di Rumah cendekia ini. Diantaranya; BTA, les
sore, pemanfaatan barang bekas menjadi sebuah karya yang menarik, senam
bersama, nonton bareng (film edukasi), menggambar dll. Selain itu siswa juga
diberikan kesempatan untuk mengmbangkat bakat yang dimilikinya. Misalnya,
membawakan tauziyah dan dancer.
Baca
tulis Al-Qur’an adalah salah satu kegiatan rutin siswa candekia yang dilaksanakan
setiap usai melaksanakan sholat magrib, tentunya itu secara cuma-cuma (gratis).
Sampai sekarang siswa cendekia yang aktif ada 15 orang anak, yaitu; SC. Nazhira
(9), SC. Rayhan (5), SC. Yahdian (9), SC. Arif (9), SC. Fahmi (9), SC. Haris
(8), SC. Putri (7), SC. Ayu (10), SC. Mauliani (10), SC. Maghfiroh (11), SC.
Lisa (7), SC. Ifa (8), SC. Nadya (10), SC. Rahman (8),dan SC. Zulfa (8).
Baca tulis alqur’an (BTA) ini selalu
diawali dengan menyanyi bersama lagu ciptaan Aliwafi.
Ayo
kawan-kawan mengaji sama-sama.
Agar
kita tahu pada ilmu agama.
An
in un, ban bin bun, tan tin tun, tsan tsin tsun,
Jan
jin jun, han hin hun, khan, khin, khun dan, din, dun
Pu
ame ame belalang kupu kupu
Ngajinya
sejak dini biar tua bisa tau
Setelah
itu dilanjutkan dengan mengaji, setiap SC maju secara bergantian. SC yang lain
menulis bacaan yang akan dibaca sambil menunggu giliran mereka. Selain itu ada
malam-malam tertentu yang dijadikan malam khusus membaca al-Qur’an (Kamis) dan
malam khusus menulis Al-Qur’an (selasa).
“Namun
kemudian yang mengganjal dibenakku adalah kelangsungan Rumah Cendekia setelah
kontrakku untuk bertugas di Banjarmasin telah usai. Sekarang saya sangat
berharap ada yang bisa membantu agar Rumah Cendekia tetap bisa berjalan
nantinya” harap Nur Syamsi.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar