Jumat, 03 Mei 2013

Rumahku Gaduh oleh Cinta



Memfasilitasi anak-anak yang neglected di dalam kelas dan mencari bakatnya di bidang lain. Bukankah setiap anak memiliki potensi masing-masing. Dari dulu sampai sekarang orang yang dianggap pintar hanyalah mereka yang unggul dan berprestasi di dalam kelas. Lalu bagaimana dengan si otak kanan ini? Masih banyak sekolah-sekolah negeri yang belum mampu memfasilitasinya. Dari mana ia akan mendapatkan rasa percaya diri bila setiap harinya yang ia dapatkan hanyalah cacian dan umpatan dari teman-temannya bahkan gurunya sendiri. Sekilas akan terlihat wajar saat ia memdapatkan cacian karena saat belajar, ia mala meggendang-gendang meja, menyanyi, atau mengganggu temannya. Hasil dari tiap ulangannya selalu di bawah rata-rata. Mari kita coba untuk mengenali mereka lebih dekat, dan sungguh kita akan menemuianya dalam wujud yang mengagumkan.
Tempat belajar bukanlah sekolah semata, tapi juga bisa kita lakukan dimana saja. Salah satunya adalah Rumah Cendekia (RC). Rumah Cendekia muncul dari hasil renungan Nur Syamsi (23), Guru yang dibingkis oleh Sekolah Guru Ekselensia Indonesia, LPI, Dompet Dhuafah untuk mengabdi di SDN Benua Anyar 4, Banjarmasin Timur, dalam kurun waktu setahun.
 Keputusannya untuk menjadikan rumah kontrakannya sebagai tempat untuk belajar dan bermain bagi anak-anak sekitar, ternyata tersambut oleh masyarakat sekitar. “Saya sangat menyadari bahwa pembayaran kontrakan istana kecil ini adalah sebagaian dari uang zakat. Oleh karena itu bila rumah ini bisa menjadi tempat anak-anak di sekitar untuk berkumpul dan melakukan kegiatan positif, mengapa tidak saya lakukan?”
Rumah Cendekia mulai dibuka sejak bulan Oktober 2011. Ada pun anak-anak yang aktif belajar dan bermain di sini dijuluki “siswa cendekia (SC)”. Syamsi sangat berharap dengan menjuluki mereka dengan kata cendekia tersebut, siswa-siswa itu dapat menjadi siswa bertaqwa dan berilmu yang bisa memberikan contoh baik di lingkungan sekolah mau pun keluarga.
Ada berbagai program yang dilaksanakan di Rumah cendekia ini. Diantaranya; BTA, les sore, pemanfaatan barang bekas menjadi sebuah karya yang menarik, senam bersama, nonton bareng (film edukasi), menggambar dll. Selain itu siswa juga diberikan kesempatan untuk mengmbangkat bakat yang dimilikinya. Misalnya, membawakan tauziyah dan dancer.
Baca tulis Al-Qur’an adalah salah satu kegiatan rutin siswa candekia yang dilaksanakan setiap usai melaksanakan sholat magrib, tentunya itu secara cuma-cuma (gratis). Sampai sekarang siswa cendekia yang aktif ada 15 orang anak, yaitu; SC. Nazhira (9), SC. Rayhan (5), SC. Yahdian (9), SC. Arif (9), SC. Fahmi (9), SC. Haris (8), SC. Putri (7), SC. Ayu (10), SC. Mauliani (10), SC. Maghfiroh (11), SC. Lisa (7), SC. Ifa (8), SC. Nadya (10), SC. Rahman (8),dan SC. Zulfa (8).
Baca tulis alqur’an (BTA) ini selalu diawali dengan menyanyi bersama lagu ciptaan Aliwafi.
Ayo kawan-kawan mengaji sama-sama.
Agar kita tahu pada ilmu agama.
An in un, ban bin bun, tan tin tun, tsan tsin tsun,
Jan jin jun, han hin hun, khan, khin, khun dan, din, dun
Pu ame ame belalang kupu kupu
Ngajinya sejak dini biar tua bisa tau
Setelah itu dilanjutkan dengan mengaji, setiap SC maju secara bergantian. SC yang lain menulis bacaan yang akan dibaca sambil menunggu giliran mereka. Selain itu ada malam-malam tertentu yang dijadikan malam khusus membaca al-Qur’an (Kamis) dan malam khusus menulis Al-Qur’an (selasa).
“Namun kemudian yang mengganjal dibenakku adalah kelangsungan Rumah Cendekia setelah kontrakku untuk bertugas di Banjarmasin telah usai. Sekarang saya sangat berharap ada yang bisa membantu agar Rumah Cendekia tetap bisa berjalan nantinya” harap Nur Syamsi.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar