GURU
PEMIMPIN
Bila ditanya tentang kepemimpinan, saya sebagai guru akan menjawab,
bahwa bagiku, pemimpin itu adalah ia yang saya jadikan panutan, model, dan
mampu membinaku dalam menyikapi kehidupan. Jadi, bagi saya pemimpin tidak mutlak
mereka yang memegang jabatan tertinggi, tapi bisa juga dia yang ada di
tengah-tengah kita dengan segala tabiat baiknya, mampu membuat kita sadar akan
tanggung jawab, tanpa banyak kata.
Saya sangat miris melihat masyarakat di negara ini. Banyak yang
berlomba-lomba mengejar suatu jabatan agar bisa disebut pemimpin. Tapi, bagiku
pemimpin seperti itu sebenarnya bukanlah pemimpin. Mereka berkeinginan, bukan
untuk menjadi pemimpin, tak lain itu hanyalah ambisi untuk mendapatkan jabatan
dan kekuasaan.
Jelas beda, antara mereka yang sudah jadi pemimpin sebelum
menempati kursi jabatan dengan mereka yang menjadi pemimpin karena telah punya
jabatan.
Dan, sebagai guru, saya menyadari akan peran dan andil untuk
berusaha mengubah pemikiran anak-anak kecilku sebagai pemimpin masa depan.
Mereka tidak harus jadi presiden, mereka tidak harus jadi kepala kantor ini dan
itu, tapi mereka harus jadi pemimpin. Aku berharap, anak-anakku kelak tidak
perlu merasa rendah diri karena tidak punya jabatan untuk bisa disebut
pemimpin. Tapi bagaimana mereka bisa menjadi pemimpin yang dihormati, dikagumi,
dan dicintai bahkan tanpa jabatan sekali pun. Kalau pun toh, mereka punya
jabatan, itu hanyalah alat untuk mempermudah dalam menegakkan kebenaran dan
keadilan. Sehingga pemimpin masa depanku tidak perlu ada yang masuk rumah sakit
jiwa hanya karena gagal menempati kursi jabatan untuk bisa disebut pemimpin. ^_^
Kalau saya punya kesempatan untuk mengikuti pelatihan ini, bukan
karena saya mempersiapkan diri untuk memegang suatu jabatan agar bisa disebut
pemimpin. Tapi karena saya ingin berupaya senantiasa memperbaiki diri agar bisa
jadi pemimpin, meski tanpa disebut pemimpin, meski tanpa jabatan.
****Terimakasih***
Tidak ada komentar:
Posting Komentar