Senin, 05 Oktober 2015



GURU PEMIMPIN


Bila ditanya tentang kepemimpinan, saya sebagai guru akan menjawab, bahwa bagiku, pemimpin itu adalah ia yang saya jadikan panutan, model, dan mampu membinaku dalam menyikapi kehidupan. Jadi, bagi saya pemimpin tidak mutlak mereka yang memegang jabatan tertinggi, tapi bisa juga dia yang ada di tengah-tengah kita dengan segala tabiat baiknya, mampu membuat kita sadar akan tanggung jawab, tanpa banyak kata.  

Saya sangat miris melihat masyarakat di negara ini. Banyak yang berlomba-lomba mengejar suatu jabatan agar bisa disebut pemimpin. Tapi, bagiku pemimpin seperti itu sebenarnya bukanlah pemimpin. Mereka berkeinginan, bukan untuk menjadi pemimpin, tak lain itu hanyalah ambisi untuk mendapatkan jabatan dan kekuasaan.

Jelas beda, antara mereka yang sudah jadi pemimpin sebelum menempati kursi jabatan dengan mereka yang menjadi pemimpin karena telah punya jabatan.

Dan, sebagai guru, saya menyadari akan peran dan andil untuk berusaha mengubah pemikiran anak-anak kecilku sebagai pemimpin masa depan. Mereka tidak harus jadi presiden, mereka tidak harus jadi kepala kantor ini dan itu, tapi mereka harus jadi pemimpin. Aku berharap, anak-anakku kelak tidak perlu merasa rendah diri karena tidak punya jabatan untuk bisa disebut pemimpin. Tapi bagaimana mereka bisa menjadi pemimpin yang dihormati, dikagumi, dan dicintai bahkan tanpa jabatan sekali pun. Kalau pun toh, mereka punya jabatan, itu hanyalah alat untuk mempermudah dalam menegakkan kebenaran dan keadilan. Sehingga pemimpin masa depanku tidak perlu ada yang masuk rumah sakit jiwa hanya karena gagal menempati kursi jabatan untuk bisa disebut pemimpin.  ^_^

Kalau saya punya kesempatan untuk mengikuti pelatihan ini, bukan karena saya mempersiapkan diri untuk memegang suatu jabatan agar bisa disebut pemimpin. Tapi karena saya ingin berupaya senantiasa memperbaiki diri agar bisa jadi pemimpin, meski tanpa disebut pemimpin, meski tanpa jabatan.  


****Terimakasih***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar